26. ESAI: Prestisius 10 Hari Pertama Dzulhijjah (Rahma.Id, 01 Juli 2023)

Prestisius 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Dari yang kita ketahui dalam kalender 12 bulan hijriyah umat muslim memiliki 4 bulan yang istimewa. Pada bulan ini kita telah memasuki pintu awal dari salah satu bulan prestisius yang memiliki banyak sekali keistimewaan di dalamnya, yaitu bulan dzulhijjah.

Menurut Suhail bin Abi Sholih yang dikutip dalam Rumaysho ia berkata, “Allah telah memilih waktu dan waktu yang paling Allah cintai adalah syahrul harom (bulan haram: Muharram, Rajab, Dzulqo’dah dan Dzulhijjah). Bulan haram yang paling Allah cintai adalah bulan Dzulhijjah. Hari-hari Dzulhijjah yang paling Allah cintai adalah 10 hari pertama Dzulhijjah.”

Terjadi khilaf di antara para ulama' antara 10 pertama dzulhijjah yang disetarakan atau sama baiknya dengan 10 terakhir ramadhan. Jika kita bertanya, lebih baik mana 10 hari terakhir ramadhan atau 10 pertama dzulhijjah?

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma’ad memberikan penjelasan yang baik dalam menanggapi masalah ini dan menyampaikan bahwa, “Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dari penjelasan keutamaan seperti ini, hilanglah kerancuan yang ada. Jelaslah bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih utama ditinjau dari malamnya. Sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama ditinjau dari hari (siangnya) karena di dalamnya terdapat hari nahr (qurban).

Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa waktu pagi sampai maghrib adalah waktu prestisius yang dimiliki oleh 10 hari pertama dzulhijjah.
Sedang dari ba'da maghrib sampai subuh adalah waktu prestisius yang dimiliki oleh 10 hari terakhir ramadhan. Terlepas dari semua itu, alangkah lebih baiknya kita fokus memaksimalkan amal ibadah kita dalam waktu apa pun dan kapan pun terutama di amalan wajib.

Dalam hadis qudsi Allah menyampaikan bahwa “Tidak ada satu pun amalan yang dikerjakan oleh hambaku dalam rangka bertaqarrub kepada diriku yang lebih aku cintai dibandingkan amalan-amalan yang aku wajibkan kepada dirinya atau yang hukumnya wajib.” Alangkah indahnya jika hari terbaik atau hari-hari yang Allah cintai disandingkan dengan amalan-amalan terbaik yang Allah cintai juga. Berikut beberapa amalan prestisius yang bisa kita dilakukan di bulan dzulhijjah.

Jaga Diri dari Maksiat

Sebagaimana yang kita ketahui dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan haram. Dari empat bulan haram tersebut, bulan Dzulhijjah merupakan puncak dari empat bulan istimewa. Pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah usahakan untuk menjaga diri kita untuk menjauhi maksiat dan melakukan banyak kebaikan. Hal tersebut dikarenakan dosa yang dilakukan di waktu dan tempat yang mulia akan dilipatgandakan sebagaimana pahala yang akan dilipatgandakan oleh Allah.

Pada awal bulan dzulhijjah kita usahakan untuk menghindari diri dari berbagai dosa.  Dosa mata dengan menjaga pandangan dari hal yang diharamkan, telinga dengan menjauhkan diri mendengar hal negatif, lisan dengan tidak ghibah/bergosip atau berkata buruk, kaki dengan tidak berjalan menuju tempat maksiat, tangan terutama jempol dengan menahan diri untuk tidak mengetik hal negatif yang bisa menyakiti orang lain. Namun yang paling utama adalah menjaga hati untuk tidak iri, hasad, dan suudzon terhadap Allah atau pun pada orang lain.

Puasa Sunnah

Puasa yang prestisius atau istimewa di bulan dzulhijjah adalah dilaksanakannya puasa arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 dzulhijjah. Rasulullah menyampaikan “Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR Muslim). Alangkah lebih baiknya jika kita sebagai umat muslim tidak meninggalkan puasa sunnah Senin-Kamis atau jika ingin lebih afdhol bisa melaksanakan puasa dari tanggal 1 sampai 9 dzulhijjah.

Perbanyak Dzikir, Takbir, dan Membaca Al-Quran

Pada bulan haram ini kita diharapkan perbanyak dzikir dan membaca Al-Quran. Terutama memperbanyak takbir di bulan dzulhijjah. Takbir yang bisa diterapkan pada bulan ini ada dua macam takbir, yaitu takbir mutlak yang bebas bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Dari tanggal 1-13 dzulhijjah maghrib. Takbir muqoyyad, yaitu takbir yang dilakukan di waktu-waktu tertentu. Dilakukan setiap selesai sholat lima waktu. Waktunya dari ba’da subuh tanggal 9 dzulhijjah sampai ba’da ashar tanggal 13 dzulhijjah.

Haji

Ikon atau Primadona dari 10 pertama dzulhijjah adalah haji. Dikarenakan banyak umat muslim yang melaksanakan haji di bulan ini dan juga dzulhijjah adalah bulan yang menjadi saksi terbentuknya kakbah untuk pertama kalinya.

Sedekah

Amalan selanjutnya adalah memperbanyak sedekah. Manusia yang paling Allah cintai di antaranya adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan di antara amalan yang paling Allah cintai adalah kegembiraan yang kita masukkan ke dalam hati saudara sesama muslim. Atau kita menyingkirakan kesulitannya, membayarkan utangnya, dan memberikan makanan.

Kurban

Amalan terakhir yang paling dikenal adalah melaksanakan qurban. Bulan dzulhijjah dikenal dengan bulan qurban dikarenakan pada bulan ini mengingatkan kita pada terjadinya penyembelihan yang akan dilakukan nabi Ibrahim terhadab nabi Ismail untuk membuktikan kecintaannya kepada Allah SWT. Kemudian Allah gantikan nabi Ismail dengan Kambing untuk diqurbankan.

Disyariatkan bagi yang mau berqurban untuk tidak mengunting kuku dan rambut yang terdapat pada bagian tubuhnya. Ketika  memasuki tanggal 1 dzulhijjah sampai hewan itu dipotong. Hal itu merupakan sunnah Rasul. Jika kita melakukannya maka kita akan mendapat pahala.

Bulan dzulhijjah dikatakan sebagai bulan yang paling prestisius karena di bulan ini banyak memberikan kita kesempatan untuk berlomba-lomba dalam meningkatkan prestasi pada hal ibadah dan ketakwaan. Dengan adanya banyak kesempatan ibadah prestisius yang bisa dilakukan di bulan ini seperti haji, qurban, hari raya idul adha dan lainnya sehingga momen kebaikan tersebut dijadikan kesempatan untuk menguatkan nilai-nilai islami dan meningkatkan rasa kepedulian sosial antar sesama.

Jadi sudahkah kamu berencana qurban tahun ini?

Jangan sampai kita tahun ini udah gak qurban kambing atau sapi tapi malah terlalu banyak qurban perasaan. Wkwkwkwk :D

Oleh: Putri Ambarwati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23. Resensi Buku "Kami (Bukan) Jongos Berdasi"

21. Antologi Buku: "Bawa Aku Kembali, Tuhan" dalam Buku The Amazing Me (Ruang Nulis, Agustus 2021)

10. Opini: Perempuan Tonggak Peradaban (Portal Madura 22 Januari 2020)