1. Resensi: Berpikir Cerdas dengan Pendidikan Karakter (Memo-X, 18 Januari 2017)

My First Writing in Publish 

So excited when i look the past and remembered, what i wrote before...

And this is my first writing :)



Berpikir Cerdas dengan Pendidikan Karakter

Judul Buku                  : Pendidikan Karakter.

Nama Pengarang         : Prof. Dr. Jassin Tuloli H dan Dian Ekawaty Ismail, SH., MH.

Nama Penerbit             : UII Press Yogyakarta.

Tahun Terbit               : 2016.

Cetakan                       : Pertama.

Kategori                      : Pendidikan.

Tebal Buku                 : XXXIV + 162 hlm. ; 16 x 23 cm.

Harga Buku                 : Rp50.000.

            Perspektif dunia pendidikan dan masyarakat terutama para pendidik di indonesia seperti guru ataupun dosen yang terlalu terpengaruh dengan dogma atau pemikiran bahwa perkembangan seorang anak dalam meraih prestasi hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan lingkungan (konvergensi). Padahal, pada kenyataannya manusia dilahirkan di dunia ini dengan membawa potensi dan tendensi yang akan ditumbuhkembangkan oleh dirinya sendiri dan oleh bantuan orang lain seperti para pendidik atau gurunya. Jika pendidikan tidak menghasilkan manusia berkualitas yang sudah berpembawaan  sebagai pejuang unggul, maka hampir dipastikan yang salah adalah dunia pendidikan yang tidak atau kurang mampu dalam menyiapkan pendidik untuk mengembangkan potensi dan tendensi peserta didiknya.

Selain itu, banyaknya para pendidik yang terpengaruh terhadap teori konvergensi yang meyakini bahwa perkembangan peserta didik hanya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan sehingga teori ini membatasi ruang gerak pengembangan potensi  dan tendensi peserta didik. Padahal pada kenyataannya keberhasilan seseorang dalam berkualitas unggul tidak hanya dipengaruhi oleh hal tersebut. Namun, masih ada faktor-faktor lain yang memicu dan memacu kemampuan peserta didik untuk berkualitas unggul yang memiliki pengaruh besar terhadap pengembangannya.

Teori konvergensi memang ada benarnya dan tidak salah karena kedua faktor tersebut mempengaruhi perkembangan manusia. Tetapi, pengalaman menunjukkan bahwa perkembangan manusia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor tersebut. Misalkan Helen keller. Dia adalah seorang gadis yang buta, bisu, dan tuli. Karena menyadari keadaan dirinya, dia tidak mau kalah dengan cacat yang membatasi kemampuannya untuk berprestasi atau gagal dalam hidupnya. Dia berusaha belajar dan berjuang keras semaksimal kemampuannya, sehingga bisa mencapai gelar Doktor di Harvard University Amerika Serikat dan menjadi penceramah diberbagai Negara didunia. Dan masih banyak contoh nyata lainnya. Pada contoh tersebut dijelaskan bahwa banyak orang yang mencapai prestasi  luar biasa dalam hidupnya bukan karena pengaruh faktor pembawaan dan lingkungan semata.

Dengan diaplikasikannya teori konvergensi secara berkelanjutan, tanpa ada upaya mengembangkan faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi perkembangan peserta didik sangat berbahaya bagi pendidikan. Dunia pendidikan nantinya tidak mampu memaksimalkan potensi dan tendensi peserta didik dalam mengembangkan dirinya. Dengan hasil pendidikan yang seperti ini, akan gagal menghasilkan manusia yang memiliki karakter serta gagal menjadi manusia unggul yang mampu mengembangkan dirinya sendiri untuk mencapai prestasi puncak dalam kehidupannya.

Secara keseluruhan, inti atau kesimpulan dari isi buku ini memuat berbagai macam kritikan yang membangun di dalam dunia pendidikan terutama bagi para pendidik, yang akan membuat para pendidik sadar dan instropeksi diri untuk berkembang lebih baik lagi kedepannya dalam dunia pendidikan. Selain itu, juga terdapat berbagai contoh nyata dari prestasi-prestasi yang diraih oleh berbagai orang-orang yang memiliki beragam kekurangan sehingga memotivasi pembaca untuk lebih berjuang dalam menggapai cita-cita terutama untuk peserta didik.

Namun, dibalik keuggulan-keunggulan tersebut  buku tersebut, masih terdapat beberapa kalimat atau penjelasan yang diulang-ulang yang sudah dijelaskan pada halaman sebelumnya  sehingga secara tidak langsung membuat pembaca jenuh dan malas untuk membacanya kembali. Selain itu dalam buku ini terdapat banyak kesalahan dalam kata. Penulis sebaiknya mengoreksi kembali tentang penulisan kata yang terdapat didalam buku agar dapat memperbaiki kembali kesalahan kata yang terjadi saat penulisan. Penjelasan yang sudah dijelaskan sebaiknya jangan diulang berulang kali

Buku ini sangat cocok untuk dibaca siapa saja terutama oleh para pendidik seperti guru ataupun dosen dan juga peserta didik, karena buku ini memiliki banyak manfaat penting dalam membangun sebuah pemikiran baru  yang dapat menjadi referensi pengetahuan dalam pengembangan manusia untuk berpikir cerdas serta berkualitas unggul dengan pendidikan karakter yang akan membantu pendidik untuk membentuk kepribadian generasi muda saat ini agar lebih baik lagi kedepannya dalam membangun bangsa.

(Putri Ambarwati, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UMM)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

23. Resensi Buku "Kami (Bukan) Jongos Berdasi"

21. Antologi Buku: "Bawa Aku Kembali, Tuhan" dalam Buku The Amazing Me (Ruang Nulis, Agustus 2021)

10. Opini: Perempuan Tonggak Peradaban (Portal Madura 22 Januari 2020)