13. Puisi: (Non) Pluviofilia (Rahma.Id, 10 Juni 2020)
PUISI
-(Non) Pluviofilia-
Katamu kau mencintai hujan.
Tapi saat hujan turun, kau tak berani
basah.
Tak berani memeluk hujan disaat ia sedang
rindu-rindunya padamu.
Katamu lagi, kamu mencintai hujan.
Tapi saat rintik hujan mulai membasahi kaki
langit.
Kau malah berlari sejauh mungkin.
Mencari tempat lain untuk berteduh yang
bisa menghangatkan.
Katamu lagi dan lagi, kamu mencintai hujan.
Tapi ketika hujan tinggal seorang diri
disaat yang lain mengumpatnya.
Kau malah tanggal tanpa menghibur sedihnya
dan menatap hujan seolah ikut mengasihaninya.
Dan kini kau mulai mencari hujan.
Berjalan kesana-kemari.
Seakan mencari pelindung agar air mata
yang jatuh.
Cukup hanya hujan saja yang tau.
Agar kau tetap terlihat kuat, sebagaimana
yang orang lain lihat.
Padahal tidak.
Nyatanya kau juga bisa rapuh.
Sebagaimana setiap tetes air hujan yang
jatuh ke bumi.
Melebur ke tanah perlahan-lahan.
Dan diam-diam tetesan itu tenggelam
ditelan bumi.
Dan menghilang tanpa suara…
Putri Ambarwati
Mahasiswa Pendidikan
Bahasa Indonesia
Universitas
Muhammadiyah
https://rahma.id/non-pluviofilia/
https://rahma.id/author/putri-ambarwati/

Komentar
Posting Komentar